Setiap orang pasti menginginkan AC yang awet,hemat listrik dan bebas dari masalah. Kondisi ac yang ideal seperti dingin tapi tak membuat menggigil dan kulit kering serta tenang alias tidak berisik.

Masih segelintir orang yang memahami  cara menggunakan AC yang benar. Umumnya orang masih keliru dalam menggunakan AC yang mengakibatkan tingginya biaya listrik dan membuat AC cepat rusak.

Berikut ini beberapa cara agar AC Kita bisa awet dan hemat listrik :

 

komresor-rusak

 

 

1. Pastikan PK AC sesuai kebutuhan.

Untuk ruangan 4 x 3 m2, maka BTU yang dibutuhkan adalah sekitar 6.000. Untuk, AC 1/2 PK BTU nya 5.000, AC 3/4PK BTU nya 7.000, dan harganya cuma selisih 100ribu Rupiah. Watt AC berbeda sekitar 200 Watt. Dalam hal ini kita WAJIB menggunakan AC 3/4PK. Kenapa? Karena kalau pakai AC yang 1/2PK, kompressor AC harus bekerja maksimal baru ruangan bisa dingin. Bayangkan saja jika mobil setiap hari kita geber-geber terus, dibanding sama mobil yang santai kita bawanya, lebih awet mana?

Apabila Kita menyetting remote AC pada 22 derajat celcius tetapi ruangan tidak dingin, maka kemungkinan besar kita telah salah memilih PK pada AC kita.

Berikut adalah sekelumit informasi acuan pada saat memilih PK pada AC:

  • 1/2PK = 5000 Btu/h (luas ruangan 10m2)
  • 3/4PK = 7000 Btu/h (luas ruangan 14m2)
  • 1PK = 9000 Btu/h (luas ruangan 18m2)
  • 1 1/2PK = 12000 Btu/h (luas ruangan 24m2)
  • 2PK = 18000 Btu/h (luas ruangan 36m2)

Sangat disarankan kita untuk tidak memilih PK AC yang terlalu pas dengan ruangan kita karena ada beberapa faktor lainnya yang ikut mempengaruhi, seperti jumlah orang yang menggunakan AC di ruangan tersebut dan peralatan elektronik lainnya yang juga dapat menambah panas pada ruangan.

Penjelasan istilah PK Pada AC

PK adalah singkatan dari Paard Kracht. Kapasitas AC umumnya dinilai dari jumlah PK AC itu. Hal Ini sering juga dikenal sebagai horsepower atau tenaga dari AC tersebut.

Berikut ini rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah kapasitas AC yang diperlukan :

BTU = Luas Ruangan Dalam m2 x 500
BTU = Lebar x Panjang x 500

Perhitungan ini berasumsi bahwa tinggi ruangan yang kita hendak pasang AC adalah tinggi umumnya yang ada di Indonesia, yaitu umumnya 2.5 – 3 meter.

Perhitungan diatas ini  tidak memperhitungkan jumlah orang yang ada dalam ruangan.atau aktifitas buka tutup jendela dan atau pintu.

Rumus tersebut akan menghasilkan angka dalam satuan BTU. Angka tersebut harus untuk dicocokan dengan kemampuan AC untuk mendinginkan ruangan dalam satuan BTU/h yang biasa ada pada setiap AC. Orang lebih awam menggunakan satuan PK dalam menentukan AC, sehingga perlu ditampilkan bagan untuk membantu kita dalam mengkonversi jumlah PK yang kita butuhkan :

  • 1/2PK = 5000 Btu/h (luas ruangan 10m2)
  • 3/4PK = 7000 Btu/h (luas ruangan 14m2)
  • 1PK = 9000 Btu/h (luas ruangan 18m2)
  • 1 1/2PK = 12000 Btu/h (luas ruangan 24m2)
  • 2PK = 18000 Btu/h (luas ruangan 36m2)

Ukuran Ruangan  20m2 Dan Menggunakan AC 3/4 PK. Hasilnya Dingin Juga, Bagaimana Cara mengitungnya?

AC memang didesain untuk dapat mendinginkan ruangan. Angka acuan diatas adalah kapasitas AC untuk mendinginkan ruangan itu dalam hitungan waktu 1 jam. Jadi untuk ruangan yang lebih besar memang tetap akan dingin dan sejuk, akan tetapi akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan memakan listrik yang lebih besar daripada yang seharusnya.

Sebaliknya jika kita menggunakan AC 1 PK di ruangan 10m2, AC akan tetap bekerja dan ruangan akan menjadi lebih sejuk. Tetapi daya listrik (watt) yang dikonsumsi  akan terlalu besar sehingga tidak efisien jika daya listrik kita pas-pasan.

2. Jangan mensetting suhu AC di bawah 22 Derajat Celsius

Menyetel suhu di bawah 22 derajat akan membuat mesin AC bekerja ekstra terus menerus dan menjadi boros energi. Komponen-komponennya dipaksa bekerja keras setiap waktu, dan malah menjadi lebih cepat rusak. Ibarat mesin motor, dia seperti dipaksa gas terus menerus tidak berhenti-henti. Ini adalah kesalahan nomor satu yang dilakukan hampir semua orang yang tidak paham dengan cara kerja AC. Kebanyakan pengguna AC menyetel suhu remote AC pada 16 agar cepat dingin tetapi ini merupakan cara yang salah!!

See also  Servis AC Pondok Ranggon

AC adalah merupakan pengatur suhu ruangan (air conditioner), jadi bukan pendingin ruangan, meskipun sebenarnya udara yg keluar dari AC hanya udara dingin, tidak bisa keluar udara panas. Sehingga sangat disarankan mengatur suhu AC sesuai suhu ruangan yang nyaman, yaitu 25 derajat.

Pilihlah AC yang irit listrik dan efisien, bukan AC yang sanggup mendinginkan sampai sedingin-dinginnya.

Sebaiknya kita jangan tidur menggunakan selimut, karena selimut akan menaikkan suhu yang sudah didinginkan dari AC. Jadi sebenarnya penggunaan selimut itu justru membuat kita tidak menghemat listrik. Harusnya dengan suhu stabil di 25 derajat, kita sebagai manusia sudah bisa tidur dengan nyaman tanpa selimut.

Sebelum itu mari kita diskusikan cara kerja AC yang pada umumnya (bukan inverter). Apabila kita menyetel suhu remote AC pada suhu  22, maka secara otomastis kompressor AC akan bekerja untuk membuat suhu ruangan berada di suhu 22. Pada saat AC mendeteksi bahwa suhu ruangan berada di 22, maka kompressor AC akan otomatis berhenti bekerja sehingga angin yang keluar dari AC akan seperti angin dari kipas angin. Permasalahannya adalah apabila kita menyetel suhu remote pada 16 (suhu minimum) maka kompressor AC akan terus bekerja agar suhu ruangan berada di 16. Masalah timbul karena kita berada di Indonesia yang beriklim tropis dimana suhu kamar hampir tidak mungkin bisa berada pada suhu 16.

Berikut adalah hal hal yang terjadi akibat suhu kamar yang tidak mungkin bisa mencapai 16 :

  • Kompressor AC terus menerus bekerja tanpa henti untuk mencapai suhu 16 yang tidak mungkin tercapai.
  • Kompressor tidak pernah istirahat dan secara otomastis akan terus bekerja 100% sehingga ini akan memperpendek usia kompressor.
  • Untuk AC versi inverter maka kompressor terus menerus bekerja yang mengakibatkan hampir tidak ada penghematan dibanding AC biasa. Dalam kondisi normal, AC inverter akan bekerja dengan amat sangat cepat & keras untuk mendinginkan ruangan sebelum bekerja seminimal mungkin. Karena kompressor terus menerus bekerja keras, mengakibatkan biaya listrik AC inverter malah menjadi lebih mahal.

Suhu luar ruangan di Jakarta yang tropis pada dini hari adalah 25 – 26 derajat sepanjang tahun. Jadi sekali lagi TIDAK MUNGKIN suhu 16 derajat akan tercapai. Suhu 20 derajat pun hampir tidak mungkin bisa tercapai kecuali anda menggunakan AC yang memiliki kapasitas JAUH lebih besar dibandingkan kebutuhan ruangan. Contohnya untuk ruang server biasanya berukuran 3x3m dimana dibutuhkan BTU hanya 4.500 alias AC 1/2 PK sudah mencukupi, tapi dipasang AC 1.5 PK dengan kapasitas Btu 12.000 itu baru bisa tercapai suhu 20 derajat.

Sebenarnya cara kerja AC tipe non-inverter adalah sebagai berikut : Setting suhu di remote misalnya 23 derajat. Pada saat AC dinyalakan akan terdengar bunyi “tek” yang menandakan kompressor AC menyala dan gas Freon akan dipompa dari kompressor ke evaporator AC di unit Indoor (dalam ruangan) dan disembur oleh kipas AC sehingga angin yang keluar adalah angin dingin. Unit thermostat di Indoor AC akan bekerja sama dengan unit komputer di AC untuk berusaha membuat ruangan mencapai suhu 23 derajat Celsius. Jadi sanagt ditekankan bahwa suhu di remote AC TIDAK SAMA dengan suhu ruangan. Suhu di remote AC itu adalah kita sebagai pengguna AC meminta kepada AC supaya membuat ruangan mencapai suhu yang ada di remote AC. Nah apakah AC-nya mampu membuat suhu ruangan sama dengan suhu remote? Belum tentu, apalagi kalau remote disetting dengan suhu 16, maka pasti tidak akan bisa. Outdoor unit akan kepanasan (overheat) sebelum suhunya tercapai, kecuali kalau PKnya melebihi kebutuhan ruangan.

See also  Servis AC Rawa Bunga

Nah selama suhu ruangan belum tercapai, maka kompressor akan bekerja FULL 100% sampai suhu ruangan tercapai ATAU kompressor terlalu panas  (overheat) jadi akan di cut off atau dimatikan. Pada saat itu akan terdengar lagi bunyi “tek” yang menandakan kompressor AC pada posisi mati. Apabila suhu sudah mencapai 21.9 derajat kebawah, maka secara otomatis kompressor akan mati menandakan suhu sudah tercapai. Angin yang keluar dari kisi-kisi AC akan menjadi seperti kipas angin. Kemudian setelah suhu ruangan sudah diatas 24.9 derajat, kompressor akan kembali menyala dengan ditandai dengan bunyi “tek” lagi.

Hal ini akan terjadi berulang-ulang kali selama AC dinyalakan. Nah sekarang bayangkan kita menyetel remote AC pada suhu 16 derajat. Ruangan kita TIDAK AKAN pernah mencapai suhu 16 derajat sehingga kompressor AC hanya akan mati saat sudah terlalu panas. Tindakan ini tentu saja akan memperpendek umur kompressor AC. SEHARUSNYA dengan suhu hanya 23 atau 24 derajat saja dengan fan di tingkat kedua kita sudah merasakan udara yang sangat dingin . Kalau tidak dingin dan AC tidak ada masalah, kemungkinan besar PK AC kita tidak cukup untuk mendinginkan seluruh ruangan.

Kalau cara kerja AC Inverter berbeda dengan AC Non Inverter. Kompressor AC tidak pernah mati. Yang ditambah atau dikurangi hanya daya listrik AC ke kompressor. Kelebihan utama dari Inverter selain listrik yang lebih hemat karena kompressor bekerja terus namun kondisinya stabil, sama dengan ibarat menyetir mobil keluar kota pasti lebih hemat BBM karena banyak lewat tol dengan kecepatan tinggi namun konstan kecepatannya dibanding menyetir di dalam kota yang gas-rem-gas-rem terus karena macettttt… Adalah suhu ruangan yang lebih stabil.

Untuk AC non-inverter, fluktuasi suhu ruangan adalah lebih kurang 2 derajat celsius. Sedangkan untuk AC Inverter adalah 0.5 derajat Celsius. Jadi secara teoritis, jka di AC Non-Inverter anda men-set suhu remote 23 derajat, suhu di ruangan anda adalah antara 21 – 25 derajat Celsius. itulah kenapa biasanya pada saat kita memakai  AC Non-Inverter jam 4 pagi kita suka mematikan AC karena kedinginan. Kalau pakai AC Inverter suhu 23 derajat akan terjaga selama AC dinyalakan karena suhu ruangan hanya akan antara 22.5 – 23.5 derajat.

Kita kembali ke suhu remote dan fan. Jadi kita bisa pastikan walaupun kita menggunakan AC Inverter, selama kita setel suhu remote 16 derajat dan fan maksimum, penghematan listrik kita adalah NOL BESAR! NONSENSE !! alias tidak ada penghematan sama sekali! Bahkan bisa lebih boros dibandingkan dengan AC non-Inverter. Hal ini dapat terjadi karena biasanya AC Inverter memiliki Wat listrikt yang lebih besar pada saat start awal untuk mendinginkan ruangan lebih cepat. Jadi kalau kita tetap bersikap  tidak tertib sukanya pake suhu 16 dan fan maksimum, mending pake AC Low Watt.  Dijamin lebih hemat listrik.

Jadi kunci dari cara menggunakan AC yang benar adalah cukup setel suhu remote di 23 – 24 derajat tergantung tingkat tahan dinginnya . Intinya kalau tidur tanpa selimut masih bisa dan tidak kedinginan. Nah tentukan suhu dimana kita bisa tidur tanpa pakai selimut. Set suhu remote AC di suhu itu, niscaya kompressor AC kita akan lebih awet karena tidak perlu kerja terlalu berat, dan suhu ruangan bisa tercapai sesuai dengan suhu remote.

3. Jangan langsung nyalakan AC ketika aliran listrik padam lalu hidup kembali

Kalau AC baru dimatikan, entah karena listrik padam atau tidak sengaja kepencet tombol off-nya, JANGAN langsung dinyalakan kembali. Biarkan oli kompressor dan gas freon AC kembali ke kompressor dulu dan beristirahat selama minimal 1 menit. Niscaya umur kompressor AC kita akan lebih panjang. Cara menggunakan AC yang benar ini adalah salah satu cara paling efektif dalam memperpanjang umur kompressor AC kita.

See also  Servis AC Ujungmenteng

4. Insulasi ruangan yang bagus

Banyak faktor yang menyebabkan AC nya tidak dingin, antara lain : banyaknya bukaan (jendela), salah penempatan indoor, jarak indoor dan outdoor yg terlalu jauh. Selain itu, semakin besar beda suhu target yang diinginkan dengan suhu lingkungan luar, maka semakin berat kerja AC, terlebih jika insulasi ruangan tidak bagus.

Apabila kita sering mobilitas keluar masuk ruangan, pastikan pintu selalu dalam keadaan tertutup kembali. Atau jika kamar tidur kita ada kamar mandinya, pastikan supaya pintunya selalu ditutup kembali. Mengapa? Karena begitu ada pintu yang terbuka, angin dingin yang dihasilkan oleh AC akan langsung keluar ruangan, dan AC akan kembali berupaya menurunkan suhu di dalam ruangan. Nah apabila pintu dalam keadaan terus terbuka, baik ke kamar mandi atau bahkan ke ruangan lain di luar kamar, membuat ukuran ruangan yang didinginkan jadi lebih besar dari seharusnya. Ini akan berimbas langsung dengan kompressor yang akan terus menerus bekerja menjaga suhu ruangan agar sama dengan suhu pada remote. Itulah kenapa sebabnya di semua mall  dan gedung di Jakarta pintu kaca yang menghubungkan tempat parkir dengan Mall atau gedung pasti ada stiker di pintu kacanya yang bertuliskan “Pintu harus selalu dalam keadaan tertutup”

5. Tempatkan bagian outdoor AC pada tempat yang tepat

Jauhkan dari terik matahari secara langsung, debu maupun air hujan.

6. Bersihkan debu di dalam ruangan secara rutin

Musuh utama bagi AC adalah debu. Debu yang menumpuk di atas lemari, perabotan, atau dinding tembok akan disaring oleh AC dan menyulitkan kerja mesin AC. Semakin banyak debu yang menempel pada AC, maka akan mengakibatkan kerja AC yang semakin berat dan sulit sehingga kita harus melakukan cuci AC lebih sering lagi.
Karena itu sangat disarankan untuk membersihkan debu diatas lemari, perabot dan dinding tembok secara rutin karena ini akan sangat membantu kinerja AC secara tidak langsung.

7. Perawatan AC yang baik secara berkala minimal 3-6 bulan sekali

AC yang sudah kotor, terutama di bagian filter, evaporator dan di kipas AC akan sangat membutuhkan daya extra untuk mencapai kondisi pendinginan yang ingin dicapai. Contohnya kalau kipas dan filter AC sudah penuh debu misalnya, dari biasanya kita pakai fan kecepatan level1 sekarang harus di level maksimum baru dingin. Ini otomatis akan mengakibatkan pemborosan listrik yang tidak perlu. Begitu pula dengan unit outdoor, bila sudah kotor dan berdebu, membuat pembuangan panas akan tidak bisa bekerja maksimal, sehingga kompressor lebih sering mati karena terlalu panas, padahal suhu ruangan belum tercapai.

Bahkan jika ada yang merokok aktif di dalam ruanga atau di dekat tempat yang banyak debu atau dapur yang banyak jelaga asap, maka AC wajib dicuci setiap 2 bulan sekali. Jika anda tinggal di daerah dekat pantai yang lembab dan bergaram, seperti di Pantai Mutiara, Pluit, Pantai Indah Kapuk, Ancol, dll.Sungguh sangat disarankan untuk mencuci AC dengan AIR MINUM ISI ULANG yang umunya dari sumber mata ait pegunungan, bukan air tanah ataupun air PAM dan dicuci setiap 2 bulan sekali sehingga pembentukan karat akibat udara laut yang bergaram dapat diminimalisasi.

Jangan lupa juga Filter AC yang ada di Indoor unit sangat penting setiap 2 minggu sekali dicuci, karena setelah 2 minggu pasti seluruh permukaan filter-nya sudah tertutup debu tipis.